Dalam skandal naturalisasi yang melibatkan tujuh pemain asing di Malaysia, salah satu poin investigasi yang paling mengejutkan adalah bagaimana kota-kota bersejarah di Malaysia digunakan untuk membangun narasi palsu.
Para oknum pemalsu dokumen menggunakan nama kota-kota besar di Malaysia sebagai tempat kelahiran “fiktif” kakek atau nenek sang pemain guna memenuhi syarat FIFA Article 7.
Kota di Malaysia yang Diklaim Asal Leluhur Pemain Naturalisasi
Berikut adalah daftar kota yang namanya dicatut dalam dokumen palsu tersebut:
- Melaka: Kota bersejarah ini diklaim sebagai tempat lahir nenek dari pemain asal Argentina. Pemilihan Melaka diduga karena kota ini memiliki sejarah panjang hubungan dengan bangsa Eropa, sehingga dianggap “masuk akal” bagi verifikator jika ada warga asing yang memiliki akar di sana.
- George Town (Penang): Kota pelabuhan ini diklaim menjadi asal-usul leluhur dua pemain sekaligus. Status Penang sebagai kota kosmopolitan sejak masa kolonial seringkali disalahgunakan untuk memalsukan data keturunan campuran.
- Johor Bahru: Dalam dokumen salah satu pemain asal Brasil, tercatat bahwa kakeknya lahir di Johor pada tahun 1948. Namun, saat diverifikasi dengan data imigrasi lama, nama tersebut tidak pernah tercatat masuk atau keluar dari pelabuhan Johor.
- Ipoh: Kota di Perak ini juga muncul dalam salah satu paspor pemain yang bermasalah. Klaim kelahiran di Ipoh pada masa kejayaan tambang timah digunakan untuk melegitimasi keberadaan leluhur sang pemain.
- Kuching: Mewakili wilayah Malaysia Timur, Kuching diklaim sebagai tempat kelahiran nenek dari seorang pemain bertahan asal Eropa. Namun, pengecekan di catatan sipil setempat membuktikan dokumen tersebut adalah hasil manipulasi digital.
Baca Juga : Analisis Mengapa Kevin Diks Lebih Cocok Makan Nasi daripada Roti
Terungkapnya pencatutan nama kota-kota ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah setempat untuk melakukan digitalisasi arsip kelahiran lama agar tidak mudah dipalsukan demi kepentingan olahraga di masa depan.