
Amar Rayhan Brkic menjadi sorotan setelah mencetak gol spektakuler untuk Borneo FC saat mengalahkan Tainan City dengan skor 3-1 dalam pertandingan AFC Challenge League 2026/2027, Rabu (21/10/2026). Gol tersebut sekaligus membantu Pesut Etam memastikan tiket ke perempat final sebagai juara Grup D.
Namun, di balik kiprahnya bersama Borneo FC, pemain kelahiran Jerman itu memiliki cerita menarik tentang asal usul darah Indonesianya. Amar merupakan putra dari ibu asal Kebumen, Jawa Tengah, dan ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan Mohammad Yahya Fuad, mantan Bupati Kebumen yang merupakan suami Bupati Kebumen saat ini, Lilis Nuryani.
Fakta lain yang menarik adalah hubungan keluarga Amar dengan tokoh pemerintahan di Kebumen.
Diyah Nahdiyati, ibu Amar, merupakan adik dari Mohammad Yahya Fuad, mantan Bupati Kebumen. Dengan hubungan tersebut, Amar adalah keponakan Yahya Fuad.
Yahya Fuad juga merupakan suami Lilis Nuryani, yang menjabat sebagai Bupati Kebumen. Karena itu, hubungan Amar dengan Lilis Nuryani adalah melalui perkawinan keluarga, bukan hubungan keponakan langsung berdasarkan garis keturunan yang diberitakan.
Informasi mengenai silsilah ini pernah diberitakan Kebumen Ekspres pada November 2023, ketika Amar memperkuat Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17.
Keluarga besarnya bahkan memberikan dukungan langsung ketika Amar tampil di turnamen tersebut. Hubungan dengan Kebumen juga terlihat saat Amar datang ke daerah asal ibunya pada 2026 dan mendapat sambutan masyarakat setempat.
Nama Amar Brkic kembali menjadi perhatian setelah tampil bersama Borneo FC Samarinda dalam ajang AFC Challenge League 2026/2027.
Dalam pertandingan melawan Tainan City di Stadion Segiri, Samarinda, Amar mencetak gol pada menit ke-82. Gol itu melengkapi kemenangan 3-1 Borneo FC setelah tim asal Taiwan tersebut sempat unggul lebih dahulu melalui Kim Sang-jun.
Borneo FC membalikkan keadaan melalui Juan Villa dan Kablan N’Goma sebelum Amar memastikan kemenangan lewat tembakan dari luar kotak penalti.
Hasil tersebut membuat Borneo FC mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan dan mengunci posisi teratas Grup D. Keberhasilan itu menjadi awal yang menjanjikan bagi Amar dalam perjalanan karier profesionalnya di Indonesia.
Sebelum bergabung dengan Borneo FC pada September 2026, Amar menimba ilmu di sejumlah klub usia muda Jerman, termasuk TSG Hoffenheim dan Darmstadt.
Amar Brkic lahir di Frankfurt, Jerman, pada 11 Juni 2007. Ia memiliki darah campuran dari kedua orang tuanya.
Ayahnya, Moamer Brkic, merupakan dokter spesialis ortopedi yang memiliki latar belakang Bosnia dan tinggal di Jerman. Sementara itu, ibunya, Diyah Nahdiyati, merupakan dokter spesialis anak yang berasal dari Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Dengan demikian, darah Indonesia Amar berasal dari garis keturunan sang ibu, bukan dari proses naturalisasi yang baru dilakukan setelah ia berkarier sebagai pesepak bola.
Dalam wawancara dengan Kumparan pada November 2023, ayah Amar menjelaskan bahwa putranya telah memiliki paspor Indonesia sejak lahir. Ia juga menceritakan bahwa Amar beberapa kali datang ke Indonesia sejak kecil dan memiliki keluarga di Yogyakarta serta Kebumen.
Latar belakang tersebut membuat Amar menjadi salah satu pemain diaspora yang mempunyai hubungan langsung dengan daerah di Indonesia melalui keluarganya.
Baca Juga : Profil Julian Oerip, Pemain Keturunan Surabaya yang Sedang Diproses PSSI Menjadi WNI
Perjalanan Amar di sepak bola dimulai di Jerman. Ia mengembangkan kemampuannya melalui sejumlah klub usia muda sebelum mendapat kesempatan bermain di akademi TSG Hoffenheim.
Pengalaman di lingkungan sepak bola Jerman menjadi bagian penting dalam perkembangan teknik dan pemahamannya terhadap permainan.
Nama Amar mulai dikenal luas oleh pencinta sepak bola Indonesia ketika dipanggil ke Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2023. Saat itu, ia menjadi salah satu pemain diaspora yang memperkuat skuad asuhan Bima Sakti.
Kariernya bersama tim nasional berlanjut ke kelompok usia berikutnya. Pada 2026, ia kembali mendapat perhatian setelah masuk dalam perjalanan Timnas Indonesia U-20 dan akhirnya memilih melanjutkan karier profesional di Indonesia bersama Borneo FC.
Kepindahan tersebut membuka kesempatan baginya untuk mendapatkan menit bermain di kompetisi senior sekaligus menghadapi persaingan sepak bola Asia.
Amar Brkic mencuri perhatian setelah mencetak gol untuk Borneo FC dalam kemenangan 3-1 atas Tainan City di AFC Challenge League 2026/2027. Di balik performanya tersebut, ia memiliki kisah keluarga yang menarik.
Lahir di Frankfurt, Jerman, Amar mendapatkan darah Indonesia dari ibunya, Diyah Nahdiyati, yang berasal dari Gombong, Kebumen. Ia juga merupakan keponakan Mohammad Yahya Fuad, mantan Bupati Kebumen sekaligus suami Bupati Lilis Nuryani.
Perjalanan Amar dari akademi sepak bola Jerman hingga mencetak gol bagi klub Indonesia di kompetisi Asia menjadi cerita menarik tentang pemain diaspora yang memiliki ikatan kuat dengan tanah leluhurnya.