
Manchester United memiliki sejarah panjang konflik antara pemain dan pelatih. Sejumlah bintang Setan Merah pernah menyampaikan kritik secara terbuka terhadap pelatih mereka, mulai dari Paul Pogba yang berselisih dengan Jose Mourinho, Cristiano Ronaldo yang menyerang Erik ten Hag, hingga Bruno Fernandes yang kembali menyoroti persoalan permainan tim pada Oktober 2026.
Konflik tersebut memperlihatkan bahwa persoalan Manchester United tidak selalu berhenti pada hasil pertandingan. Perbedaan filosofi permainan, komunikasi di ruang ganti, dan cara pelatih memperlakukan pemain juga dapat memicu perselisihan yang menjadi konsumsi publik.
Berikut daftar pemain Manchester United yang pernah mengkritik pelatihnya melalui wawancara atau pernyataan terbuka.
Cristiano Ronaldo menjadi salah satu contoh paling terkenal ketika berbicara terbuka mengenai konflik dengan pelatih Manchester United.
Dalam wawancara bersama Piers Morgan pada November 2022, Ronaldo mengaku merasa dikhianati oleh klub dan mengatakan tidak menghormati Erik ten Hag karena merasa tidak mendapatkan penghormatan dari sang pelatih.
Ronaldo juga mengkritik perkembangan Manchester United sejak kepergian Sir Alex Ferguson pada 2013. Menurutnya, klub tidak mengalami kemajuan yang semestinya.
Wawancara tersebut menimbulkan kontroversi besar. Manchester United kemudian mengambil langkah terhadap situasi Ronaldo, sebelum kontraknya diputus pada November 2022 dan ia bergabung dengan Al-Nassr pada Desember tahun yang sama.
Pada September 2024, Ronaldo kembali mengkritik pendekatan Ten Hag. Dalam podcast bersama Rio Ferdinand, ia menilai seorang pelatih Manchester United tidak seharusnya menyatakan timnya belum mampu bersaing untuk menjuarai Liga Inggris dan Liga Champions.
Paul Pogba juga pernah menyampaikan kritik terhadap Jose Mourinho, pelatih yang menanganinya selama memperkuat Manchester United.
Dalam wawancara eksklusif bersama Sky Sports pada April 2021, Pogba membandingkan pendekatan Mourinho dengan Ole Gunnar Solskjaer. Ia menilai Solskjaer tidak memperlakukan pemain yang tidak dipilih masuk tim seolah-olah mereka sudah tidak ada.
Pogba mengatakan bahwa hubungannya dengan Mourinho sempat berjalan baik, tetapi kemudian berubah tanpa penjelasan yang ia pahami.
Konflik Pogba dan Mourinho memang sudah menjadi sorotan sejak periode 2018. Pada September tahun itu, Pogba juga secara terbuka meminta Manchester United bermain lebih menyerang setelah hasil imbang 1-1 melawan Wolverhampton Wanderers.
Ia menilai Manchester United seharusnya tampil lebih agresif ketika bermain di Old Trafford, termasuk dengan melakukan pressing dan terus menekan lawan.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan mengenai pendekatan taktik antara pemain dan pelatih.
Raphael Varane termasuk pemain yang memberikan penilaian terbuka terhadap kepemimpinan Erik ten Hag setelah meninggalkan Manchester United.
Dalam wawancara dengan The Athletic yang dikutip berbagai media pada 2025, Varane menilai Ten Hag terkadang berusaha mendapatkan rasa hormat melalui rasa takut.
Ia juga menyoroti kecenderungan pelatih asal Belanda tersebut menjadikan pemain tertentu sebagai contoh ketika terjadi masalah dalam tim. Varane menyebut Cristiano Ronaldo dan Jadon Sancho dalam pembahasannya mengenai situasi tersebut.
Meski demikian, Varane tidak menganggap seluruh pengalaman bersama Ten Hag sebagai sesuatu yang buruk. Ia mengakui sang pelatih pernah memberinya dukungan untuk kembali dari cedera dan membantu tim.
Kritik Varane menarik karena berasal dari pemain yang pernah bekerja langsung di bawah Ten Hag. Pernyataannya memberikan sudut pandang berbeda mengenai persoalan komunikasi dan manajemen pemain di Manchester United.
Baca Juga : Hampir Setara UMR Depok, Cristiano Ronaldo Didenda Rp5,2 Juta
Bruno Fernandes menjadi nama terbaru dalam daftar ini setelah Manchester United mengalami kekalahan 1-4 dari Como pada Oktober 2026.
Menurut laporan Reuters pada 22 Oktober 2026, Fernandes mempertanyakan pendekatan taktik tim setelah kekalahan tersebut. Ia menyoroti kurangnya tekanan terhadap lawan dan munculnya mentalitas menyerah setelah Manchester United kebobolan pada menit kedua.
Pernyataan Fernandes kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pendekatan permainan Manchester United dan tanggung jawab staf kepelatihan.
Situasi tersebut juga meningkatkan tekanan terhadap Michael Carrick, yang menangani tim setelah Ruben Amorim diberhentikan pada Januari 2026.
Meski demikian, kritik terhadap pendekatan permainan tidak otomatis berarti Fernandes menyerang pelatih secara pribadi. Pernyataannya lebih tepat dipahami sebagai kritik terbuka terhadap performa dan cara tim menjalankan pertandingan.
Jadon Sancho menjadi contoh lain dari konflik terbuka antara pemain dan pelatih Manchester United, meskipun kasusnya bukan wawancara langsung.
Pada September 2023, Ten Hag menjelaskan bahwa Sancho tidak masuk skuad pertandingan melawan Arsenal karena performanya dalam latihan.
Sancho kemudian membantah penjelasan tersebut melalui media sosial. Ia menyatakan telah berlatih dengan baik dan merasa sudah terlalu lama dijadikan kambing hitam.
Perselisihan tersebut berkembang menjadi masalah serius. Sancho kemudian terpisah dari tim utama dan akhirnya meninggalkan Manchester United melalui rangkaian peminjaman sebelum melanjutkan kariernya di luar Old Trafford.
Kasus Sancho penting untuk dibedakan dari wawancara Ronaldo dan Pogba. Sancho menyampaikan bantahan melalui media sosial, bukan melalui wawancara terbuka dengan media.
Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa konflik di Manchester United memiliki pola yang berulang. Perbedaan pendekatan taktik, ketidakpuasan terhadap keputusan pemilihan pemain, komunikasi yang buruk, dan tekanan akibat hasil pertandingan dapat memicu perselisihan terbuka.
Namun, kritik pemain tidak selalu berarti pelatih sepenuhnya salah. Pemain juga memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan profesionalisme, bekerja sesuai instruksi, dan membantu tim melewati masa sulit.
Persoalan muncul ketika perbedaan pendapat tidak dapat diselesaikan secara internal sehingga berkembang menjadi konflik di hadapan publik.
Dalam kasus Ronaldo dan Sancho, perselisihan berujung pada perpisahan dengan klub. Sementara itu, pernyataan Pogba dan Varane memberikan gambaran mengenai perbedaan cara pandang terhadap manajemen pemain.
Cristiano Ronaldo, Paul Pogba, Raphael Varane, Bruno Fernandes, dan Jadon Sancho merupakan contoh pemain Manchester United yang pernah menyampaikan kritik terbuka terhadap pelatih atau pendekatan tim.
Meski bentuk kritik mereka berbeda, seluruh kasus memperlihatkan besarnya tekanan yang menyertai jabatan pelatih Manchester United. Di klub sebesar Setan Merah, konflik antara pemain dan pelatih dapat berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil pertandingan.
Pada akhirnya, tantangan Manchester United bukan hanya menemukan pelatih dengan taktik yang tepat, melainkan juga membangun komunikasi, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama di ruang ganti