
Cristiano Ronaldo dijatuhi denda sekitar Rp5,2 juta oleh Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) setelah meninggalkan pemusatan latihan tim nasional di tengah konflik dengan pelatih Jorge Jesus. Tidak hanya denda, megabintang Portugal itu juga mendapat hukuman skorsing selama 30 hari berdasarkan keputusan Dewan Disiplin FPF yang diumumkan pada 19 Oktober 2026.
Kasus Cristiano Ronaldo ini menjadi sorotan karena melibatkan kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Portugal. Berikut kronologi lengkap yang melatarbelakangi hukuman terhadap pemain Al Nassr tersebut.
Persoalan bermula ketika Portugal menghadapi Norwegia pada 27 September 2026 dalam rangkaian pertandingan UEFA Nations League.
Ronaldo tidak dimainkan meskipun sempat melakukan pemanasan sebagai pemain pengganti. Situasi tersebut memicu kekecewaan sang kapten, terutama karena ia merasa ada kesepakatan mengenai pengaturan menit bermain dengan pelatih Jorge Jesus.
Ronaldo kemudian menilai kepercayaan antara dirinya dan pelatih telah terganggu. Persoalan tersebut menjadi awal dari konflik yang akhirnya berujung pada kepergiannya dari pemusatan latihan tim nasional.
Pada 30 September 2026, Ronaldo meninggalkan kamp latihan Portugal di Kopenhagen, Denmark, menjelang pertandingan melawan tuan rumah pada 1 Oktober.
Keputusan tersebut menjadi inti perkara disiplin yang kemudian ditangani FPF. Ronaldo meninggalkan rombongan tanpa terlebih dahulu menyelesaikan persoalan melalui prosedur internal yang berlaku.
Menurut laporan media Portugal, Ronaldo merasa Jorge Jesus tidak menepati kesepakatan mengenai perannya dalam tim. Sementara itu, pelatih tersebut membantah adanya kesepakatan seperti yang diklaim Ronaldo.
Perselisihan ini memperlihatkan bahwa persoalannya bukan sekadar keputusan mencadangkan seorang pemain. Konflik tersebut juga menyangkut komunikasi, kepercayaan, dan kedisiplinan dalam tim nasional.
Pada 6 Oktober 2026, Ronaldo menyampaikan pernyataan publik mengenai kejadian tersebut.
Ia meminta maaf kepada para pendukung Portugal dan rekan-rekan setimnya. Ronaldo juga mengakui tanggung jawab atas keputusannya meninggalkan pemusatan latihan serta menyatakan kesediaannya menerima konsekuensi disiplin.
Sikap tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam proses penjatuhan hukuman.
Meski mengakui kesalahannya, Ronaldo tetap menyampaikan kekecewaan terhadap situasi yang terjadi bersama Jorge Jesus. Ia tidak menyatakan pensiun dari tim nasional dan tetap membuka peluang untuk kembali memperkuat Portugal setelah menjalani sanksi.
Dewan Disiplin FPF secara resmi membuka proses disiplin pada 9 Oktober 2026 untuk menilai tindakan Ronaldo.
Federasi menilai pemain yang mendapat panggilan tim nasional memiliki kewajiban mengikuti agenda yang berkaitan dengan tugas internasionalnya. Meninggalkan pemusatan latihan tanpa alasan yang dibenarkan dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap peraturan disiplin.
Kasus tersebut diproses berdasarkan Pasal 160 ayat 1 dalam Regulasi Disiplin FPF.
Pada tahap awal, Ronaldo juga dikenai penangguhan sementara sambil menunggu pemeriksaan perkara. Proses itu kemudian dilanjutkan hingga Dewan Disiplin mengeluarkan keputusan final.
Baca Juga : FAM Masuk Nominasi AFC Awards Bangkok 2026, Romain Molina Kritik di Tengah Skandal 7 Pemain
Pada 19 Oktober 2026, Dewan Disiplin FPF mengumumkan keputusan terhadap Ronaldo.
Hukuman yang dijatuhkan meliputi:
Keputusan tersebut menegaskan bahwa status Ronaldo sebagai pemain bintang dan kapten Portugal tidak membuatnya terbebas dari aturan disiplin.
Dalam pertimbangannya, federasi turut memperhitungkan pernyataan Ronaldo yang mengakui perbuatannya dan menyampaikan penyesalan. Pengakuan tersebut menjadi faktor yang meringankan hukuman dibandingkan rentang sanksi yang dapat diterapkan berdasarkan regulasi.
Hukuman skorsing selama 30 hari tidak serta-merta berarti Ronaldo harus melewatkan seluruh pertandingan Portugal pada November 2026.
Berdasarkan laporan AFP, masa hukuman dihitung sejak 30 September 2026. Artinya, sebagian besar masa skorsing telah dijalani sebelum keputusan final diumumkan pada 19 Oktober.
Dengan perhitungan tersebut, Ronaldo diperkirakan menyelesaikan masa hukumannya pada akhir Oktober, sebelum Portugal menghadapi Wales pada 14 November dan Denmark pada 17 November 2026.
Meski demikian, kesempatan bermain tetap bergantung pada kebugaran, keputusan pelatih, dan pemanggilan ke skuad. Hukuman disiplin ini tidak otomatis menjamin Ronaldo akan menjadi starter dalam pertandingan berikutnya.
Kronologi Cristiano Ronaldo didenda Rp5,2 juta oleh Federasi Sepak Bola Portugal bermula dari kekecewaannya setelah tidak dimainkan melawan Norwegia, kemudian meninggalkan pemusatan latihan di Kopenhagen pada 30 September 2026.
Setelah menyampaikan permintaan maaf dan menjalani proses disiplin, Ronaldo akhirnya dijatuhi skorsing 30 hari serta denda 255 euro pada 19 Oktober 2026.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kedisiplinan tetap berlaku bagi semua pemain, termasuk seorang megabintang yang memiliki pengaruh besar terhadap tim nasional. Bagi Portugal, tantangan berikutnya adalah memastikan persoalan tersebut tidak mengganggu persiapan tim, sekaligus membuka jalan bagi kembalinya Ronaldo ke skuad.