
Nama Maarten Paes kini menjadi salah satu komoditas panas di panggung sepak bola dunia setelah resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam.
Kepindahan Paes dari FC Dallas ke liga kasta tertinggi Belanda ini membuktikan bahwa kualitas kiper nomor satu Indonesia ini telah diakui di level elite Eropa.
Namun, di balik kegemilangannya di Belanda, ada satu kota di Jawa Timur yang menjadi fondasi identitasnya: Kediri.
Maarten Paes lahir di Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998. Namun, alasan hukum dan emosional yang membuatnya sah membela panji Merah Putih berasal dari garis keturunan neneknya.
Sang nenek lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 20 Maret 1940. Berikut data lengkap nenek Maarten Paes:
Sang nenek adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam hidup Maarten. Ia sering bercerita tentang masa kecilnya di Jawa, tentang kehangatan masyarakat Kediri, dan kerinduan pada tanah kelahirannya. Hal inilah yang memicu rasa nasionalisme Maarten untuk memilih Indonesia sebagai kewarganegaraannya.
Bagi Paes, membela Timnas Indonesia adalah cara terbaik untuk memberikan penghormatan bagi leluhurnya yang berasal dari kaki Gunung Kelud tersebut.
Kepindahan ke Ajax menjadi babak baru yang sangat prestisius. Di Eredivisie, liga yang dikenal sangat ketat, Paes dituntut untuk memiliki disiplin taktik dan refleks tingkat tinggi.
Kemampuannya dalam mengomandoi lini belakang serta keberaniannya dalam duel satu lawan satu menjadikannya sosok yang diperhitungkan oleh penyerang-penyerang top Eredivisie.
Maarten Paes kini bukan sekadar kiper bagi Ajax, tapi juga simbol harapan bagi kebangkitan sepak bola Indonesia. Keberhasilannya menembus liga top Eropa menunjukkan bahwa pemain keturunan Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing di level tertinggi.
Dari Kediri ke Amsterdam, perjalanan Maarten Paes adalah bukti nyata bahwa menghargai asal-usul dan bekerja keras di perantauan bisa membawa seseorang mencapai puncak karier.
Publik sepak bola tanah air kini menaruh harapan besar pada pundak sang kiper untuk terus menjaga kesucian gawang Garuda dengan mentalitas baja khas Ajax.