
Elkan Baggott telah menjadi salah satu pilar pertahanan paling dicintai di Tim Nasional Indonesia. Dengan postur menjulang setinggi 196 cm, ia memberikan dimensi baru bagi lini belakang skuad Garuda.
Namun, selain kemampuannya dalam duel udara, latar belakang keluarga Elkan sangat menarik untuk disimak karena mencerminkan perpaduan budaya yang beragam antara Inggris dan Indonesia.
Elkan William Tio Baggott lahir pada 23 Oktober 2002 di Bangkok, Thailand. Meskipun lahir di Thailand, Elkan tidak memiliki darah Thailand. Ayahnya, Roland Baggott, adalah seorang warga negara Inggris, sementara ibunya adalah warga negara Indonesia.
Nama ibu Elkan Baggott sendiri tidak diketahui oleh publik. Yang pasti, ibu Elkan Baggott bermarga Tio yang berasal dari Tionghoa.
Perpaduan ini membuatnya memiliki hak untuk memilih kewarganegaraan, dan seperti yang kita tahu, Elkan dengan mantap memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Banyak yang tidak menyangka bahwa Elkan sempat menghabiskan masa kecilnya di Indonesia, tepatnya di Bintaro. Ia pernah tinggal di Bintaro, Tangsel dan menempuh pendidikan di British School Jakarta.
Selama masa tinggalnya di Indonesia inilah, Elkan mulai mengenal budaya Indonesia lebih dekat, termasuk ketertarikannya pada sepak bola.
Hal ini menjelaskan mengapa ia memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia meskipun ia kemudian pindah ke Inggris untuk meniti karier profesionalnya di akademi Ipswich Town.
Keluarga Baggott dikenal sangat mendukung karier sepak bola Elkan. Ayahnya sering terlihat membagikan momen-momen Elkan bertanding di media sosial dengan rasa bangga.
Keputusan Elkan untuk membela Timnas Indonesia juga mendapatkan restu penuh dari kedua orang tuanya. Kehadiran ibunya yang asli Indonesia menjadi faktor kunci mengapa Elkan merasa sangat diterima oleh masyarakat tanah air.
Sang ibu seringkali menjadi sosok yang menjaga kerendahhatian Elkan di tengah popularitasnya yang meroket.
Latar belakang Elkan Baggott menjadi contoh sukses dari program pemain keturunan (diaspora) yang dijalankan oleh PSSI. Elkan tidak hanya membawa kualitas teknik dari kompetisi Inggris, tetapi juga membawa hati untuk membela tanah kelahiran sang ibu.
Keberadaannya membuka jalan bagi banyak pemain keturunan lainnya untuk kembali dan berkontribusi bagi sepak bola Indonesia. Keluarga bagi Elkan adalah sumber kekuatan utama yang membuatnya terus berjuang, baik di level klub Inggris maupun saat mengenakan seragam Merah Putih.