
Siapa yang tidak kenal dengan sosok pria berpenampilan khas dengan topi koboi dan gaya bicara blak-blakan di pinggir lapangan Persib? Umuh Muchtar, atau yang lebih akrab disapa Wak Haji Umuh, adalah sosok sentral yang telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk klub kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung.
Bagi para Bobotoh, Umuh bukan sekadar pengurus klub; ia adalah simbol loyalitas, “ayah” bagi para pemain, dan sosok yang paling lantang membela hak-hak Persib di kancah sepak bola nasional.
| Data Pribadi | Keterangan |
| Nama Lengkap | H. Umuh Muchtar |
| Tempat, Tanggal Lahir | Bandung, 2 Juni 1948 |
| Jabatan Saat Ini | Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) |
| Pekerjaan Utama | Pengusaha (Percetakan & Properti) |
| Istri | Hj. Pipin Muchtar |
Perjalanan Umuh Muchtar di dunia sepak bola tidak dimulai dari bangku manajemen, melainkan dari tribun penonton. Ia adalah seorang Bobotoh sejati yang sudah mengawal Persib sejak era Perserikatan.
Di bawah kepemimpinan dan pengaruhnya, Persib Bandung berhasil mengakhiri puasa gelar yang panjang. Berikut adalah torehan prestasi utama Persib selama keterlibatan aktif Umuh Muchtar:
Selain dikenal di lapangan hijau, Umuh Muchtar memiliki reputasi sebagai pengusaha properti sukses di Bandung dan Sumedang. Julukan “Juragan Tanah” melekat padanya karena hobi investasinya yang rajin membeli tanah sejak usia muda.
Sifat dermawannya sering menjadi buah bibir. Ia dikenal sering memberikan bonus pribadi langsung kepada pemain di ruang ganti setelah meraih kemenangan penting. Tak jarang, ia juga mengajak pemain dan tim untuk bersantai di kediamannya di Tanjungsari, Sumedang, untuk kegiatan “nguseup” (memancing) guna melepas penat.
Hingga Maret 2026, meski usianya hampir menginjak 78 tahun, semangat Wak Haji tidak kendor. Ia masih menjabat sebagai Komisaris PT PBB dan terus memantau performa tim. Baru-baru ini, ia masih aktif memberikan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit yang dianggap merugikan Persib, membuktikan bahwa ia tetap menjadi “benteng” pelindung bagi timnya.
Umuh Muchtar adalah bukti nyata bahwa kecintaan yang tulus pada sebuah klub dapat mengubah seorang suporter biasa menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Indonesia.