
Salah satu pertanyaan yang banyak muncul adalah apakah tim nasional Indonesia berpeluang menggantikan Iran jika negara tersebut benar-benar batal tampil di Piala Dunia 2026.
Isu kemungkinan tidak tampilnya tim nasional Iran di Piala Dunia 2026 memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pecinta sepak bola Asia.
Namun secara regulasi FIFA, skenario tersebut tidak sesederhana mengganti satu tim dengan tim lain dari kawasan yang sama.
Piala Dunia 2026 akan diikuti oleh 48 negara, meningkat dari 32 peserta pada edisi sebelumnya. Untuk zona Asia, konfederasi sepak bola Asia atau Asian Football Confederation (AFC) mendapatkan 8 slot langsung dan 1 slot play-off antar konfederasi.
Proses kualifikasi sendiri terdiri dari beberapa tahap yang sudah ditentukan sejak awal.
Artinya, negara yang lolos ke putaran final merupakan hasil dari sistem kualifikasi resmi yang tidak bisa diganti secara sembarangan.
Jika tim seperti Iran national football team mundur setelah lolos kualifikasi, FIFA biasanya memiliki beberapa opsi:
Namun keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan FIFA.
Tim nasional Indonesia saat ini masih berjuang di fase kualifikasi zona Asia. Tim yang dilatih oleh Shin Tae-yong terus menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, peluang Indonesia untuk menggantikan Iran sangat bergantung pada dua hal utama:
Jika Indonesia tidak berada di posisi yang secara regulasi berhak menggantikan Iran, maka peluang tersebut hampir tidak ada.
Walaupun isu mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026 memicu berbagai spekulasi, kemungkinan Indonesia langsung menggantikannya masih sangat kecil.
Satu-satunya cara paling realistis bagi Indonesia untuk tampil di Piala Dunia adalah melalui jalur kualifikasi resmi.