
Nama Celeste Amarilla mendadak menjadi sorotan dunia usai senator Paraguay ini melontarkan komentar rasis kepada bintang timnas Prancis, Kylian Mbappe. Komentar tersebut ia unggah di media sosial X usai Paraguay disingkirkan Prancis 0-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Celeste Josefina Amarilla Goitia lahir pada 21 Oktober 1964 di San Juan Bautista, Departemen Misiones, Paraguay. Ia merupakan pengacara dan politisi Paraguay yang menjabat sebagai senator sejak terpilih pada pemilu 2023, mewakili Partido Liberal Radical Autentico (PLRA). Sebelum menjadi senator, Amarilla lebih dulu menjabat sebagai anggota parlemen (diputada) mewakili distrik Asuncion pada periode 2018-2023.
Amarilla menempuh pendidikan dasar dan menengah di Collège de l’Immaculée Conception, sekolah berbahasa Prancis di Asuncion, sejak usia dua tahun hingga 17 tahun. Ia bahkan menyebut fasih berbahasa Prancis dan mencintai negara tersebut berkat latar belakang pendidikannya.
Pada 1982, Amarilla sempat mendaftar di Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Politik Universitas Nasional Asuncion (UNA), namun hanya menyelesaikan tahun pertama sebelum berhenti. Ia baru melanjutkan kembali pendidikan hukumnya pada 2004 di Universidad del Norte, dan berhasil meraih gelar sarjana hukum pada 2008. Selain itu, Amarilla juga menyelesaikan program pascasarjana di bidang ilmu politik melalui Rektorat UNA.
Baca Juga : Andres Escobar: Kisah Tragis Bek Kolombia yang Ditembak Mati Usai Cetak Gol Bunuh Diri di Piala Dunia
Amarilla telah aktif di dunia politik sejak 1982, ketika ikut mendirikan PLRA dan sayap pemudanya, Juventud Liberal Radical Autentica (JLRA). Ia sempat menikah dengan politisi PLRA, Franklin Boccia, sejak 1988 hingga sang suami meninggal dunia pada 2015. Sepanjang kariernya, Amarilla dikenal kerap membuat pernyataan kontroversial, termasuk pernah diskors 60 hari oleh parlemen Paraguay pada 2020 usai menuduh sejumlah legislator menerima “uang kotor”.
Usai kekalahan Paraguay dari Prancis, Amarilla menulis serangkaian komentar yang merendahkan asal-usul, penampilan, hingga latar belakang pendidikan Mbappe, bahkan mendorong kiper Paraguay untuk melakukan gestur tidak sopan kepada pemain Prancis tersebut. Komentar ini memicu kecaman luas dari publik internasional maupun Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), yang menyebut pernyataan itu “abhorrent” dan melaporkannya ke pihak berwenang untuk proses hukum.
Mbappe sendiri merespons keras, menyebut Amarilla sebagai sosok yang tidak pantas menduduki jabatannya. Sementara itu, pemerintah Paraguay mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan komentar Amarilla tidak mewakili sikap negara maupun rakyat Paraguay.
Amarilla sempat menghapus unggahannya dan mengirim surat terbuka berbahasa Prancis dan Spanyol, mengaku menyesal menggunakan kata-kata kasar. Namun, ia tetap bersikeras menuntut permintaan maaf balik dari Mbappe dan bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum dengan tuduhan kekerasan berbasis gender terhadap dirinya.