
Kiki Ramos menjadi perbincangan karena menjadi pemain keturunan Afrika/Afro berkulit hitam pertama dalam beberapa tahun terakhir yang membela Timnas Argentina, khususnya Timnas Argentina U-17.
Ketika Argentina tampil di ajang-ajang besar seperti Piala Dunia atau Copa America, publik dunia kerap menyadari satu hal yang mencolok: nyaris tidak ada pemain keturunan Afrika/Afro dalam skuad La Albiceleste.
Fenomena ini kontras dengan negara tetangga seperti Brasil, yang skuadnya sangat beragam secara warna kulit. Jawabannya bukan soal kebijakan sepak bola, melainkan murni persoalan demografi yang berakar dari sejarah panjang Argentina.
Berdasarkan data sensus, populasi Afro-Argentina saat ini hanya berkisar 0,4-1 persen dari total penduduk negara tersebut, salah satu yang terendah di seluruh kawasan Amerika Latin. Bandingkan dengan Brasil yang populasi kulit hitam dan campurannya mencapai lebih dari separuh penduduk.
Karena basis populasi yang sedemikian kecil, secara statistik sangat wajar bila jumlah pesepak bola Afro-Argentina yang naik ke level timnas juga minim.
Sepanjang sejarah, La Albiceleste sebenarnya pernah diperkuat pemain kulit hitam. Alejandro de los Santos tercatat sebagai pemain kulit hitam pertama yang membela Argentina pada 1925 dan bahkan ikut membawa negaranya juara Copa America, meski hanya tampil lima kali.
Setelahnya ada nama Jose Manuel Ramos Delgado yang mengoleksi 25 caps termasuk di Piala Dunia. Namun nama-nama seperti ini menjadi pengecualian langka, bukan representasi yang konsisten.
Baca Juga : FBI Selidiki AFA Terkait Dugaan Cuci Uang di Bank-Bank AS
Kelangkaan pemain kulit hitam di timnas Argentina modern adalah cermin dari hilangnya populasi Afro-Argentina secara drastis sejak abad ke-19. Beberapa faktor utamanya:
Karena kelangkaan warga kulit hitam ini terjadi di seluruh lapisan masyarakat Argentina, bukan hanya dunia olahraga, maka wajar bila skuad timnas sepak bola mereka pun mencerminkan komposisi demografi tersebut. Ini murni soal siapa saja yang tersedia sebagai basis pemain, bukan indikasi adanya kebijakan seleksi berbasis warna kulit di internal federasi sepak bola Argentina (AFA).
Untuk memahami lebih dalam mengapa populasi Afro-Argentina bisa menyusut sedrastis itu, simak juga ulasan sejarah kelamnya secara lebih rinci pada artikel terkait di kanal ini.