
Kabar mengenai Franco Baresi menjadi perhatian publik sepak bola dunia pada Jumat (31/7/2026). Nama mantan kapten AC Milan tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul kabar duka yang kemudian dikonfirmasi oleh AC Milan. Kepergian Baresi menandai berakhirnya perjalanan salah satu bek terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia.
Franco Baresi bukan sekadar legenda AC Milan. Ia adalah simbol loyalitas, kepemimpinan, dan kecerdasan bertahan yang menjadi inspirasi bagi banyak bek modern, termasuk Paolo Maldini, Alessandro Nesta, hingga Virgil van Dijk.
Franco Baresi lahir di Travagliato, Italia, pada 8 Mei 1960. Menariknya, ia sempat gagal bergabung dengan akademi Inter Milan, klub yang justru menerima kakaknya, Giuseppe Baresi. Penolakan tersebut menjadi titik balik kariernya karena AC Milan kemudian merekrutnya ke akademi pada usia muda.
Debut profesionalnya bersama AC Milan terjadi pada 1978 saat usianya baru 17 tahun. Sejak saat itu, Baresi tidak pernah membela klub lain hingga pensiun pada 1997. Kesetiaannya selama hampir dua dekade membuatnya dikenang sebagai salah satu “one club man” terbaik dalam sejarah sepak bola.
Setelah pensiun, AC Milan mengabadikan nomor punggung 6 miliknya. Hingga kini, tidak ada pemain Rossoneri yang kembali mengenakan nomor tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap jasanya.
Baca Juga : Prediksi Line Up Timor Leste vs Indonesia di Piala AFF 2026, Laga Sore Ini di Chonburi
Selama 20 tahun membela AC Milan, Franco Baresi tampil dalam 719 pertandingan di semua kompetisi. Ia menjadi kapten tim selama 15 musim dan memimpin era keemasan Rossoneri di bawah Arrigo Sacchi dan Fabio Capello.
Deretan gelar yang berhasil diraih Baresi antara lain:
Kehebatan Baresi tidak hanya terlihat dari jumlah trofi. Ia juga menjadi pemimpin dari lini pertahanan legendaris AC Milan yang dihuni Paolo Maldini, Mauro Tassotti, Alessandro Costacurta, dan Filippo Galli. Kombinasi tersebut dianggap sebagai salah satu lini belakang terbaik dalam sejarah sepak bola.
Di level internasional, Franco Baresi mencatatkan 81 penampilan bersama Timnas Italia.
Ia merupakan bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982. Meski belum menjadi pemain utama saat itu, Baresi kemudian berkembang menjadi pemimpin Gli Azzurri dan dipercaya mengenakan ban kapten pada Piala Dunia 1994.
Salah satu momen paling dikenang adalah ketika Baresi tampil penuh selama 120 menit pada final Piala Dunia 1994 melawan Brasil, hanya 25 hari setelah menjalani operasi lutut. Meski Italia akhirnya kalah melalui adu penalti, penampilannya dianggap sebagai salah satu aksi paling heroik dalam sejarah Piala Dunia.
Franco Baresi dikenal sebagai pemain yang mengubah cara pandang dunia terhadap posisi libero atau sweeper. Ia bukan hanya piawai menghentikan serangan lawan, tetapi juga mampu membangun permainan dari lini belakang dengan umpan-umpan akurat dan pembacaan permainan yang luar biasa.
Kemampuan membaca situasi membuatnya tidak bergantung pada tekel keras. Baresi lebih sering mematahkan serangan lawan melalui penempatan posisi yang tepat, disiplin taktik, dan kepemimpinan di lapangan. Gaya bermain tersebut kemudian menjadi referensi bagi banyak pelatih dan bek generasi berikutnya.
Kepergian Franco Baresi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar AC Milan dan pecinta sepak bola dunia. Namun, warisannya akan terus hidup sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa, sosok yang membuktikan bahwa loyalitas, kecerdasan, dan kepemimpinan mampu mengukir sejarah yang tak lekang oleh waktu.