
Mengingat Timor-Leste (dulu Timor Timur) pernah menjadi bagian dari wilayah Indonesia selama 1975–1999, pertanyaan ini kerap muncul di kalangan penggemar bola: apakah ada pemain di timnas senior Timor-Leste yang memiliki garis keturunan Indonesia?
Berdasarkan susunan skuad dan program naturalisasi Federasi Sepak Bola Timor-Leste (FFTL) terkini, jawabannya cenderung tidak, setidaknya bukan sebagai bagian dari program naturalisasi resmi mereka.
FFTL memang gencar mengikuti jejak Indonesia dan negara-negara ASEAN lain dalam memanfaatkan pemain diaspora untuk memperkuat timnas. Namun, basis diaspora Timor-Leste secara historis mengarah ke tiga negara utama: Australia (sebagai negara tujuan migrasi terbesar warga Timor-Leste), Portugal (bekas penjajah kolonial), dan Brasil (lewat jalur sesama negara berbahasa Portugis).
Dalam skuad terbaru yang dipanggil untuk Piala AFF 2026, misalnya, tercatat nama-nama seperti Joao Rangel yang lahir di Portugal, serta lima pemain yang berkarier di Australia yakni Liam Farrugia, Ryan Harris Jom, Jackson Pereira, Dylan Niski, dan Tristan Arrarte, sebagian besar dari mereka memang lahir di Australia. Pola serupa terlihat pada gelombang naturalisasi sebelumnya, seperti Tiago William Torres Lay yang lahir di Randwick, Australia.
Baca Juga :
Ada satu isu yang cukup ramai dibicarakan di media sosial, khususnya di TikTok, yang menyebut sejumlah pemain Eropa dan Indonesia disebut memiliki darah Timor-Leste, termasuk klaim bahwa Flabio Soares, pemain klub Arema FC di Liga 1 Indonesia, punya keturunan Timor-Leste.
Namun perlu digarisbawahi, klaim semacam ini berasal dari akun media sosial hiburan/fiksi, bukan konfirmasi resmi dari FFTL, dan arah keturunannya pun justru kebalikan dari pertanyaan awal, yaitu pemain berbasis Indonesia yang disebut punya darah Timor-Leste, bukan pemain timnas Timor-Leste yang berdarah Indonesia.
Menariknya, hubungan sepak bola Indonesia-Timor Leste justru lebih banyak terjadi lewat arah sebaliknya: sejumlah pemain berpaspor Timor-Leste pernah merumput di kompetisi Indonesia, seperti Joao Bosco Cabral dan Miro Baldo Bento yang sempat menjadi langganan Timnas Indonesia pada era sebelum Timor-Leste merdeka, hingga generasi terbaru seperti Paulo Gali Freitas di PSIS Semarang dan Pedro Henrique di Madura United. Namun mereka berstatus pemain asing di Liga Indonesia yang kemudian memilih paspor Timor-Leste, bukan sebaliknya.
Hingga saat ini, tidak ada bukti resmi maupun laporan kredibel yang menunjukkan adanya pemain di skuad timnas putra senior Timor-Leste yang dinaturalisasi atau dipanggil berdasarkan garis keturunan Indonesia. Program naturalisasi FFTL sejauh ini konsisten mengandalkan diaspora dari Australia, Portugal, dan Brasil, mengikuti pola migrasi historis warga Timor-Leste ke negara-negara tersebut pasca kemerdekaan.