
Laga pembuka Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 antara FC Seoul dan Persib Bandung, Rabu (16/9/2026) pukul 17.00 WIB di Seoul World Cup Stadium, punya bumbu menarik.
Pelatih FC Seoul, Kim Gi-dong, mengisyaratkan akan menurunkan skuad lapis kedua, termasuk sejumlah pemain muda jebolan SMA Osan (Osan High School). Lantas, sekolah seperti apa SMA Osan itu, dan mengapa namanya begitu lekat dengan FC Seoul? Berikut ulasannya.
Kim Gi-dong menegaskan tidak akan menurunkan seluruh pemain inti saat menjamu Persib. Keputusan ini diambil karena para pemain utama baru saja tampil penuh 90 menit saat FC Seoul menang 2-1 atas Jeonbuk Hyundai Motors di K League 1, akhir pekan lalu. Karena FC Seoul tengah bersaing ketat memperebutkan gelar juara liga domestik, rotasi skuad dianggap perlu agar kondisi fisik pemain inti tetap terjaga untuk laga-laga penting berikutnya.
Sebagai gantinya, sejumlah talenta muda binaan SMA Osan serta pemain yang selama ini minim menit bermain di tim utama akan diberi kesempatan tampil di ajang Asia tersebut. Strategi ini sekaligus dimanfaatkan FC Seoul untuk memberi pengalaman bertanding di level internasional kepada para pemain mudanya.
Osan High School (오산고등학교) adalah sekolah menengah atas swasta yang berlokasi di Distrik Yongsan, Seoul, Korea Selatan. Sekolah ini memiliki sejarah panjang, bermula dari Sekolah Osan yang didirikan pada 1907 di Jeongju (kini wilayah Korea Utara). Setelah perang Korea, sekolah ini dibangun kembali di Busan pada 1953, sebelum akhirnya dipindahkan ke Seoul pada 1954 menyusul pemulihan pemerintahan ke ibu kota.
Di luar bidang akademik, SMA Osan cukup dikenal berkat lingkungan sekolahnya yang luas dan bangunan bergaya klasik, sehingga kerap dijadikan lokasi syuting video musik, iklan, hingga film dokumenter.
Baca Juga : Profil Souheila Tahiri, Istri Baru Roberto Carlos yang Dikaitkan dengan Kabar Mualafnya
Cikal bakal tim sepak bola di lingkungan Osan sebenarnya sudah ada sejak era 1920-an, saat sekolah ini masih bernama Sekolah Osan. Tim tersebut aktif mengikuti turnamen-turnamen sepak bola pelajar pada masa itu, namun dibubarkan pada dekade 1940-an akibat gejolak politik dan perang.
Klub sepak bola SMA Osan yang dikenal saat ini baru resmi lahir kembali puluhan tahun kemudian. Pada 28 Agustus 2012, Yayasan Osan menandatangani kerja sama dengan FC Seoul untuk mengelola tim sepak bola sekolah. Kerja sama itu kemudian diresmikan lewat upacara pembentukan tim pada 27 Desember 2012, bersamaan dengan pembentukan tim sepak bola di SMP Osan.
Sejak saat itu, tim sepak bola SMA Osan resmi berstatus sebagai tim usia U-18 (yustia muda) milik FC Seoul, sementara SMP Osan menjadi tim U-15-nya. Artinya, siapa pun yang bermain di tim ini adalah bagian dari sistem pembinaan pemain muda resmi klub profesional FC Seoul, bukan sekadar klub sepak bola sekolah biasa.
Untuk membangun sistem pembinaan usia muda yang mumpuni, FC Seoul memberikan dukungan besar kepada SMA Osan, di antaranya:
Berkat fasilitas ini, tak jarang satu atau dua siswa di tiap kelas SMA Osan merupakan pemain dari tim yustia FC Seoul yang tinggal berbaur dengan siswa reguler lainnya saat tidak ada jadwal pertandingan.
Salah satu tonggak penting sejarah tim ini adalah penunjukan Cha Doo-ri, legenda sepak bola Korea Selatan sekaligus putra dari ikon sepak bola Cha Bum-kun, sebagai pelatih kepala pada 2020. Di musim pertamanya menangani tim, Cha Doo-ri langsung membawa SMA Osan meraih gelar juara Grup A K League Junior tanpa terkalahkan.
Tim ini juga tercatat menjuarai cabang sepak bola putra tingkat SMA pada ajang Pekan Olahraga Nasional Korea Selatan (Jeonguk Chegukjeon) tahun 2021. Setelah Cha Doo-ri mengundurkan diri dari kursi pelatih pada Oktober 2021, ia tidak sepenuhnya meninggalkan Osan. Ia justru dipromosikan menjadi Kepala Divisi Penguatan Yustia FC Seoul, membawahi tim sepak bola SMA dan SMP Osan sekaligus. Posisi pelatih kemudian diisi oleh Kim Pil-jong, mantan pelatih tim nasional U-20 Korea Selatan sekaligus mantan staf pengembangan tim Seoul E-Land FC.
Meski berstatus pemain SMA, penting dicatat bahwa mereka bukan pemain amatir biasa. Para pemain muda SMA Osan adalah bagian dari sistem akademi resmi FC Seoul, klub raksasa K League 1 yang saat ini tengah memuncaki klasemen liga dengan 62 poin. Mereka digembleng dengan standar latihan, fasilitas, dan kurikulum pembinaan setingkat klub profesional Korea Selatan, salah satu liga terkuat di Asia.
Artinya, meski FC Seoul memutuskan melakukan rotasi besar-besaran demi menjaga stamina pemain inti jelang perburuan gelar K League 1, Persib Bandung tetap perlu waspada. Pemain-pemain muda ini datang dengan motivasi tinggi untuk unjuk gigi dan membuktikan diri di panggung Asia, sesuatu yang bisa saja menyulitkan Maung Bandung jika tidak diantisipasi dengan matang.
Laga FC Seoul vs Persib Bandung di Grup E ACL Two 2026/2027 akan digelar di Seoul World Cup Stadium, Rabu (16/9/2026) pukul 17.00 WIB, dan menjadi laga pembuka kedua tim di kompetisi Asia musim ini.