
Emil Audero pernah menggagalkan tendangan penalti Carlos Tevez saat masih menimba ilmu di akademi Juventus. Pengalaman tersebut membekas dalam ingatan sang ayah, Edy Mulyadi, hingga membuatnya yakin Emil mampu menepis penalti pemain Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Keyakinan itu akhirnya terbukti ketika Emil menjadi salah satu pahlawan Timnas Indonesia dalam meraih gelar juara.
Momen Emil Audero menggagalkan penalti Carlos Tevez terjadi dalam pertandingan uji coba Juventus melawan Juventus B di Villar Perosa, Italia, pada 20 Agustus 2014.
Saat itu, Emil masih berstatus sebagai penjaga gawang muda Juventus. Ia berkesempatan menghadapi para pemain tim utama, termasuk Tevez, penyerang asal Argentina yang menjadi salah satu bintang Juventus.
Dalam pertandingan tersebut, Tevez mencetak dua gol. Namun, ia gagal mencatatkan hattrick setelah tendangan penaltinya berhasil ditepis Emil Audero.
Juventus akhirnya menang dengan skor 6-1. Meski timnya kebobolan beberapa gol, keberhasilan Emil menggagalkan penalti Tevez menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya sebagai penjaga gawang profesional. Peristiwa tersebut juga menjadi bukti bahwa Emil sudah berhadapan dengan pemain kelas dunia sejak usia muda. (Bola.net)
Pengalaman tersebut kembali teringat oleh Edy Mulyadi ketika menyaksikan final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 5 Oktober 2026.
Edy mengaku sebenarnya sedang kurang sehat. Namun, ia tetap datang ke stadion untuk menyaksikan perjuangan putranya bersama Timnas Indonesia.
Menjelang adu penalti, Edy memiliki keyakinan bahwa Emil mampu menggagalkan eksekusi pemain Thailand. Keyakinan itu muncul karena ia mengingat pengalaman Emil menepis penalti Tevez ketika masih berada di akademi Juventus.
“Saya agak yakin, karena saya ingat waktu dia umur masih di akademi Juventus dia pernah menepis tendangannya Tevez. Dari sana saya agak yakin dan alhamdulillah benar,” kata Edy Mulyadi seusai pertandingan.
Baca Juga : Tak Ada Arak-arakan Usai Timnas Indonesia Juara, Pemain Langsung Balik ke Eropa
Keyakinan Edy akhirnya terbukti dalam pertandingan final yang berlangsung dramatis. Indonesia bermain imbang 2-2 melawan Thailand hingga perpanjangan waktu, sebelum pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Emil berhasil menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya. Sementara itu, eksekusi Sarach Yooyen membentur mistar gawang.
Indonesia pun menang 4-2 dalam adu penalti dan memastikan gelar juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Keberhasilan tersebut menjadi momen bersejarah bagi skuad Garuda sekaligus menempatkan Emil sebagai salah satu pemain yang paling menentukan hasil pertandingan. (FIFA)
Kisah Emil dan ayahnya memperlihatkan bagaimana sebuah pengalaman lama dapat membekas dan membangun keyakinan. Bagi Edy, penyelamatan terhadap penalti Tevez bukan sekadar kenangan saat putranya masih menjadi pemain akademi, melainkan alasan untuk percaya bahwa Emil mampu menghadapi tekanan besar di panggung internasional..
What is this?