
FIFA resmi menunjuk wasit asal Portugal, João Pinheiro, untuk memimpin laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss yang akan berlangsung di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.00 WIB.
Penunjukan ini langsung menyita perhatian publik sepak bola dunia, tak hanya karena mempertemukan juara bertahan dengan tim kejutan turnamen, tetapi juga karena rekam jejak sang wasit yang beberapa kali diwarnai kontroversi.
Dalam laga bergengsi ini, Pinheiro akan didampingi oleh dua asisten wasit yang juga berasal dari Portugal, yakni Bruno Jesus dan Luciano Maia. Sementara itu, posisi wasit keempat dipercayakan kepada Drew Fischer asal Kanada, dengan Michael Barwegen juga dari Kanada, bertugas sebagai asisten wasit cadangan.
Susunan ini menjadikan tim wasit utama sepenuhnya berasal dari satu negara yang sama, yaitu Portugal, sesuai dengan protokol FIFA yang mensyaratkan wasit berasal dari negara yang tidak terlibat dalam pertandingan tersebut demi menjaga netralitas dan kredibilitas laga.
João Pinheiro merupakan wasit asal Portugal berusia 37–38 tahun yang telah dikenal luas di kancah sepak bola Eropa. Ia memulai karier kewasitannya di Liga Portugal pada 2015, sebelum resmi menjadi wasit internasional pada 2016. Debutnya di panggung Liga Champions terjadi pada musim 2022/2023, dan sejak itu namanya semakin sering muncul dalam pertandingan-pertandingan besar di Eropa.
Salah satu tugas bergengsi yang pernah ia emban adalah memimpin final UEFA Super Cup antara Paris Saint-Germain (PSG) melawan Tottenham Hotspur pada Agustus lalu, di mana ia mengeluarkan empat kartu kuning sepanjang pertandingan. Pinheiro juga dikenal sebagai wasit yang aktif memimpin laga-laga level UEFA lainnya sebelum akhirnya dipercaya FIFA untuk bertugas di ajang Piala Dunia 2026.
Baca Juga : Hasil Maroko vs Prancis Piala Dunia 2026: Les Bleus Menang 2-0, Melaju ke Semifinal
Nama Pinheiro sempat menjadi sorotan tajam usai memimpin semifinal Liga Champions musim lalu antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen. Dalam laga tersebut, ia dikritik habis-habisan karena tidak memberikan hadiah penalti kepada Bayern Munchen atas dugaan pelanggaran handball yang dilakukan pemain PSG, João Neves, di dalam kotak penalti.
Kontroversi semakin memanas karena tim VAR (Video Assistant Referee) pada laga itu tidak meminta Pinheiro untuk meninjau ulang insiden tersebut melalui monitor pinggir lapangan, sebuah keputusan yang hingga kini masih memicu kekecewaan di kalangan pendukung Bayern Munchen.
Sebelum ditunjuk memimpin laga Argentina vs Swiss, Pinheiro telah dua kali bertugas di Piala Dunia 2026. Penampilan pertamanya terjadi pada laga fase grup antara Swiss melawan Bosnia dan Herzegovina, yang berakhir dengan kemenangan telak Swiss 4-1.
Dalam pertandingan tersebut, Pinheiro mengeluarkan tiga kartu kuning serta satu kartu merah langsung kepada bek Bosnia, Tarik Mehremovic, sebuah keputusan yang membuat laga itu digambarkan sejumlah media sebagai pertandingan “penuh ketegangan dari segi wasit”.
Penampilan keduanya berlangsung pada babak 16 besar saat Kanada berhadapan dengan Afrika Selatan, yang berakhir dengan kemenangan tipis Kanada 1-0. Berbeda dari laga sebelumnya, di pertandingan ini Pinheiro hanya mengeluarkan dua kartu kuning tanpa insiden kontroversial yang berarti.
Bagi Timnas Argentina, laga perempat final melawan Swiss akan menjadi pengalaman pertama mereka dipimpin oleh Pinheiro sepanjang Piala Dunia 2026. Sementara bagi Swiss, ini merupakan kali kedua mereka bertanding di bawah kepemimpinan wasit asal Portugal tersebut setelah sebelumnya menang besar atas Bosnia dan Herzegovina di fase grup.
Penunjukan ini muncul tak lama setelah Argentina melaju ke babak delapan besar melalui kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar, pertandingan yang sempat diwarnai kontroversi keputusan wasit asal Prancis, François Letexier, yang menganulir gol Mesir sekaligus mengesahkan gol kemenangan Argentina.
Di sisi lain, Swiss melangkah ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954 setelah menyingkirkan Aljazair di babak 32 besar dan mengalahkan Kolombia melalui drama adu penalti di babak 16 besar, setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Dengan latar belakang tersebut, banyak pihak menilai penunjukan FIFA terhadap Pinheiro sebagai ujian penting bagi kredibilitasnya di panggung sepak bola paling bergengsi, mengingat besarnya tekanan dan sorotan publik terhadap kinerja wasit di babak-babak krusial Piala Dunia 2026.