
Nama Jude Bellingham dan sang adik, Jobe Bellingham, sudah dikenal luas di panggung sepak bola elite Eropa. Namun jauh sebelum kedua bersaudara itu bersinar, sang ayah, Mark Bellingham, lebih dulu mengukir reputasi sebagai salah satu pencetak gol paling produktif dalam sejarah sepak bola non-liga (amatir/semi-profesional) Inggris.
Berikut ulasan lengkap statistik dan perjalanan karier Mark Bellingham di level akar rumput sepak bola Inggris.
Mark Bellingham lahir pada 7 Maret 1976 di Southend-on-Sea, Essex, Inggris. Ia memulai kariernya di level muda bersama klub lokal Catholic United, sebelum akhirnya menjalani karier panjang di dunia sepak bola non-liga sejak awal 1990-an. Selain berkarier di lapangan hijau, Mark juga bekerja penuh waktu sebagai sersan Kepolisian West Midlands hingga tahun 2022, menjalani dua profesi menuntut secara bersamaan selama puluhan tahun.
Catatan paling mencolok dari karier Mark Bellingham adalah torehan lebih dari 700 gol sepanjang kariernya di level non-liga Inggris, sebuah pencapaian luar biasa yang membuatnya dijuluki “Pele-nya sepak bola non-liga” (the non-league Pelé). Ia resmi mencetak gol ke-700 pada tahun 2016 saat membela Paget Rangers di usia 40 tahun, melalui sebuah tendangan bebas dalam kemenangan 4-2 timnya atas Fairfield Villa.
Beberapa catatan statistik detail dari perjalanan kariernya antara lain:
Perlu dicatat bahwa pencatatan statistik di level sepak bola non-liga Inggris umumnya tidak seketat liga profesional, sehingga sejumlah sumber media melaporkan angka yang sedikit bervariasi terkait total gol maupun jumlah klub yang pernah dibelanya. Namun mayoritas sumber sepakat bahwa jumlah golnya berada di atas angka 700.
Baca Juga : Apa Jadinya Kalau Tijjani Reijnders Main di Liga Indonesia di Masa Depan?
Sepanjang karier panjangnya, Mark Bellingham tercatat pernah membela sejumlah klub non-liga di kawasan Midlands dan sekitarnya, termasuk Catholic United, East Thurrock United, Chelmsford City, Sutton Coldfield Town, Bromsgrove Rovers, Stourbridge, Leamington, Hednesford Town, Halesowen Town, Causeway United, Paget Rangers, hingga Southam United sebagai klub terakhirnya sebelum pensiun.
Karier panjang Mark Bellingham tidak lepas dari tantangan fisik. Ia dilaporkan mengalami dua kali cedera ligamen lutut (ACL) sepanjang kariernya, termasuk pada tahun 2001 yang sempat membuatnya nyaris pensiun dini. Meski demikian, ia tetap bertahan bermain hingga usia 40-an tahun, sebuah bukti ketahanan fisik dan mental yang luar biasa untuk ukuran pesepak bola non-liga yang juga bekerja penuh waktu sebagai polisi.
Kegemaran dan dedikasi Mark terhadap sepak bola turut menurun kepada kedua putranya. Setelah pensiun bermain, Mark bahkan berperan aktif sebagai figur pendamping karier Jude dan Jobe, termasuk menjadi agen berlisensi FIFA yang menangani urusan transfer sang anak. Kisah Mark juga sempat viral di media sosial pada masa Piala Dunia 2026 sebagai pengingat bahwa talenta sepak bola keluarga Bellingham bukan muncul begitu saja, melainkan diwarisi dari kerja keras sang ayah di level akar rumput sepak bola Inggris.
Statistik lebih dari 700 gol di sepak bola non-liga Inggris menjadikan Mark Bellingham sebagai salah satu pencetak gol paling produktif dalam sejarah sepak bola amatir/semi-profesional negara tersebut. Kombinasi antara karier sepak bola yang panjang dan pekerjaannya sebagai polisi menjadikan kisahnya sebagai salah satu cerita paling inspiratif di balik kesuksesan Jude Bellingham dan Jobe Bellingham di level elite sepak bola dunia saat ini.