
Gol yang dicetak Mattias Svanberg di laga Swedia vs Tunisia di Piala Dunia 2026 sempat dianulir oleh wasit, tetapi beberapa saat kemudian justru disahkan setelah proses pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR). Namun, 2 menit kemudian disahkan setelah dicek VAR.
Gol ini terjadi setelah 16 detik Mattias Svanberg masuk lapangan di menit 84. Untuk memahami hal tersebut, penting melihat kasus ini dari sudut pandang teknologi VAR dan IFAB Laws of the Game yang digunakan FIFA.
Dalam pertandingan Swedia vs Tunisia, asisten wasit sempat mengangkat bendera ketika melihat Svanberg dalam posisi offside ketika tendangan bebas dilakukan. Namun, sebelum bola ditendang Svanberg, ada sentuhan tipis dari Alexander Isak yang membuat arah bola sedikit berbelok.
Sentuhan tipis Alexander Isak ini yang tidak terlihat asisten wasit dan menjadi perhatian VAR ketika asisten wasit menganulir gol Svanberg. Butuh waktu sekitar 2 menit bagi VAR untuk meninjau gol Svanberg sebelum disahkan.

Dalam Laws of the Game, seorang pemain hanya dihukum offside jika ia aktif terlibat dalam permainan dengan:
Apabila tayangan VAR menunjukkan pemain tidak memenuhi kriteria tersebut, maka gol harus disahkan.
VAR hanya menangani empat situasi utama:
Karena momen ini berkaitan dengan gol, maka VAR memiliki kewenangan penuh untuk melakukan pemeriksaan. Gol Mattias Svanberg menjadi gol pemain pengganti tercepat di Piala Dunia sepanjang sejarah.
Secara umum, prosesnya terdiri dari beberapa tahap:
Karena itulah, sebuah gol yang sempat dianulir masih bisa berubah menjadi sah.
Svanberg dikenal sebagai gelandang box-to-box yang memiliki kemampuan membawa bola, melakukan pressing, dan melepaskan tembakan dari lini kedua.
Mattias Svanberg merupakan produk akademi Malmö FF, salah satu klub terbesar di Swedia. Bersama klub tersebut, ia berhasil menembus tim utama pada usia muda dan langsung menunjukkan potensinya.
Penampilan apiknya membuat Bologna merekrutnya ke Serie A Italia. Bermain di kompetisi yang terkenal dengan disiplin taktik membantu perkembangan kemampuan bertahannya.
Pada musim berikutnya, Svanberg melanjutkan karier di Bundesliga bersama VfL Wolfsburg. Pengalamannya di liga-liga top Eropa membuatnya menjadi salah satu pemain andalan tim nasional Swedia.
Baca Juga : Profil Yasin Ayari, Bintang Swedia yang Dilarang Ayahnya Bela Timnas Tunisia
Svanberg pernah memperkuat Swedia di berbagai kelompok umur sebelum menjalani debut bersama tim senior.
Ia menjadi salah satu pemain penting dalam generasi baru sepak bola Swedia yang mengombinasikan pemain berpengalaman dengan talenta muda seperti Yasin Ayari.
Di Piala Dunia 2026, namanya kembali menjadi sorotan setelah mencetak gol kontroversial ke gawang Tunisia.
Gol Mattias Svanberg ke gawang Tunisia menjadi contoh bagaimana teknologi VAR mengurangi potensi kesalahan manusia dalam sepak bola modern.
Dari sudut pandang Laws of the Game, keputusan untuk mengesahkan gol dapat dilakukan apabila pemeriksaan video menunjukkan bahwa tidak ada offside aktif, handball, atau pelanggaran lain dalam proses terciptanya gol.
Kontroversi seperti ini memang sering memancing perdebatan di kalangan suporter. Namun, tujuan utama VAR adalah memastikan hasil pertandingan ditentukan oleh keputusan yang seakurat mungkin sesuai aturan resmi sepak bola internasional.