
Jelang laga panas perempat final Piala Dunia 2026 antara Maroko melawan Prancis, sorotan publik tertuju pada fakta unik di tubuh skuad Singa Atlas. Sebagian pemain Maroko ternyata lahir dan besar di Prancis, negara yang justru akan mereka hadapi di atas lapangan.
Prancis menjadi salah satu negara penyumbang pemain diaspora terbanyak bagi Maroko, dengan enam pemain kelahiran negara tersebut, yaitu:
Seluruh pemain di atas tumbuh dan menempuh pendidikan sepak bola dalam sistem akademi Prancis sebelum akhirnya memilih membela timnas Maroko di level senior.
Baca Juga : FBI Selidiki AFA Terkait Dugaan Cuci Uang di Bank-Bank AS
Berdasarkan laporan Diario AS, dari 26 pemain skuad Maroko di Piala Dunia 2026, hanya 7 pemain yang lahir di dalam negeri. Sebanyak 19 pemain lainnya lahir di luar negeri, dengan mayoritas berasal dari negara-negara Eropa seperti Spanyol, Prancis, Belanda, dan Belgia.
Fenomena ini berakar dari sejarah migrasi warga Maroko ke Eropa sejak dekade 1960-an, ketika negara-negara seperti Prancis, Belgia, dan Belanda membutuhkan banyak tenaga kerja untuk mendongkrak ekonomi pascaperang.
Anak dan cucu para imigran tersebut tumbuh dalam sistem pembinaan sepak bola Eropa yang lebih maju, dan karena kewarganegaraan ganda, mereka memenuhi syarat FIFA untuk memilih membela negara kelahiran atau Maroko, tanah leluhur mereka.
Selain Prancis, Spanyol menjadi penyumbang pemain diaspora terbanyak dengan enam nama, termasuk kapten tim Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Ismael Saibari, dan Chadi Riad.
Belanda menyumbang tiga pemain yakni Sofyan Amrabat, Noussair Mazraoui, dan Anass Salah-Eddine, sementara Belgia turut menyumbang tiga pemain termasuk Bilal El Khannouss. Satu-satunya pemain kelahiran luar Eropa adalah kiper Yassine Bounou yang lahir di Kanada.
Keberhasilan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) menjaring pemain-pemain diaspora dinilai menjadi salah satu kunci kebangkitan Singa Atlas dalam beberapa tahun terakhir, sejak mencetak sejarah sebagai negara Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia 2022.
Investasi jangka panjang lewat akademi seperti Mohammed VI Football Academy turut memperkuat pembinaan pemain lokal, sementara jaringan pencarian bakat di komunitas diaspora Eropa melengkapi kedalaman skuad Maroko di Piala Dunia 2026.
Fakta menariknya, sejumlah pemain kelahiran Prancis ini pada laga perempat final nanti justru akan berhadapan langsung dengan negara asal kelahiran mereka sendiri, menambah bumbu emosional pada duel Maroko melawan Prancis di Piala Dunia 2026.