
Timnas Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan salah satu kekuatan utama berupa fleksibilitas formasi. Di bawah John Herdman, Garuda tidak terpaku pada satu struktur. Indonesia bisa membangun serangan dengan tiga bek, kemudian berubah menjadi empat bek ketika bertahan dan melakukan pressing.
Pola ini terlihat jelas dari komposisi pemain yang digunakan Herdman sepanjang turnamen. Saat menghadapi Bangladesh, Indonesia memakai 3-4-2-1 dengan Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner di belakang. Kevin Diks dan Calvin Verdonk berperan sebagai pemain sisi lapangan, sementara Joey Pelupessy dan Ivar Jenner mengisi tengah. Di belakang striker Mitchell Baker terdapat Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.
Dalam fase menyerang, tiga bek seperti Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner memberikan fondasi untuk membangun serangan.
Kevin Diks dan Calvin Verdonk dapat naik membantu serangan. Sementara itu, Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny bergerak di belakang Mitchell Baker untuk mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan lawan.
Ketika kehilangan bola, bentuk tersebut dapat berubah menjadi 4-4-2.
Salah satu bek dapat melebar untuk membentuk garis empat pemain, sementara pemain sisi turun membantu lini tengah. Dua pemain terdepan, Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny, kemudian bisa menjadi lapisan pertama pressing.
Dengan demikian, perubahan formasi bukan berarti Herdman harus mengganti pemain. Pergerakan pemainlah yang mengubah bentuk Indonesia dari tiga bek menjadi empat bek.
Pola tersebut juga menarik jika dikaitkan dengan prediksi Coach Justin atau Justinus Lhaksana yang sebelumnya melihat kemungkinan Indonesia menggunakan empat bek.
Prediksi tersebut tidak berarti Herdman harus meninggalkan tiga bek. Justru sistemnya bisa bersifat dinamis: tiga bek ketika membangun serangan dan empat bek ketika bertahan.
Pada final melawan Thailand, Herdman kembali memakai tiga bek, dengan Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Justin Hubner sebagai trio pertahanan. Calvin Verdonk dan Luke Vickery mengisi posisi sisi lapangan, sedangkan Joey Pelupessy dan Thom Haye menjadi gelandang. Di depan ada Ragnar Oratmangoen, Mitchell Baker, dan Ole Romeny.
Baca Juga : Kisah Masa Kecil Emil Audero di Lombok hingga Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Fleksibilitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan Indonesia hingga menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda bermain imbang 2-2 melawan Thailand selama 120 menit di final sebelum menang 4-2 melalui adu penalti, dengan Emil Audero menggagalkan penalti Nattapong Sayriya.
Artinya, keberhasilan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu. Kemampuan pemain seperti Diks, Baggott, Hubner, Verdonk, Pelupessy, Haye, Ragnar, Ole, dan Baker menjalankan fungsi berbeda sesuai fase permainan menjadi bagian penting dari sistem Herdman.
Formasi Indonesia di era Herdman pun tidak bisa hanya dilihat dari angka di papan taktik. 3-4-2-1 atau 3-4-3 saat menyerang dapat berubah menjadi 4-4-2 ketika bertahan dan melakukan pressing.
Fleksibilitas inilah yang membuat taktik Herdman menarik dan menjadi salah satu cerita di balik keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.