
Sepak bola antarkampung atau yang akrab disebut “tarkam” merupakan bagian dari budaya sepak bola akar rumput di Indonesia. Selain soal skill dan taktik, dunia tarkam juga dikenal lekat dengan praktik-praktik mistis yang dipercaya sebagian kalangan bisa mendongkrak peluang menang.
Fenomena ini sudah menjadi bagian dari cerita rakyat sepak bola Indonesia selama puluhan tahun, meski tentu saja tidak semua tim atau pertandingan tarkam melibatkan praktik semacam ini.
Ada beberapa ciri yang sering dikaitkan dengan tim tarkam yang disebut-sebut menggunakan jasa “orang pintar” demi kemenangan. Ciri-ciri di bawah ini tidak mengklaim 100% bahwa tim tersebut pasti pakai dukun.
Namun, jika ciri-ciri ini muncul di suatu pertandingan tarkam, kemungkinan tim tarkam tersebut menggunakan dukun atau paranormal sangat besar.
Salah satu ciri yang paling sering diceritakan dalam dunia tarkam adalah adanya ritual khusus sebelum pertandingan, seperti menaburkan sesuatu di area lapangan, membakar dupa di sudut-sudut gawang, atau melakukan doa khusus di tempat yang dianggap keramat sebelum tim bertanding.
Kadang ritual ini dilakukan secara diam-diam oleh ofisial tim atau orang kepercayaan, jauh dari pandangan lawan maupun panitia pertandingan, karena dianggap sebagai “senjata rahasia” tim.
Ciri lain yang kerap muncul adalah kehadiran sosok tertentu, biasanya bukan pemain atau ofisial resmi, yang selalu berada di pinggir lapangan saat pertandingan berlangsung. Sosok ini biasanya membawa benda-benda tertentu seperti botol berisi air, benda pusaka, atau jimat kecil yang diselipkan di kantong maupun disimpan di dekat bangku cadangan.
Kehadirannya sering kali menjadi bahan pembicaraan penonton dan pemain lawan, terlebih jika tim tersebut punya reputasi “angker” di kalangan tarkam setempat.
Tidak jarang, cerita seputar tim tarkam yang memakai dukun juga melibatkan benda-benda kecil yang diselipkan di sepatu, ikat pinggang, atau bahkan dikubur di area gawang sendiri. Praktik ini dipercaya sebagian orang sebagai cara untuk “mengunci” performa lawan atau melindungi tim dari cedera dan kekalahan.
Beberapa kejadian bahkan sempat viral di media sosial ketika penonton atau lawan menemukan benda mencurigakan yang dikubur di dekat garis lapangan sebelum atau setelah pertandingan.
Ciri keempat yang sering dikaitkan dengan praktik ini adalah munculnya kejadian-kejadian tidak biasa selama pertandingan berlangsung, seperti pemain lawan tiba-tiba kram tanpa sebab jelas, bola yang seolah “menghindar” dari gawang, atau suasana pertandingan yang tiba-tiba berubah tegang tanpa alasan teknis yang jelas.
Kejadian semacam ini sering kali dimaknai penonton sebagai “bukti” adanya campur tangan mistis, meski secara ilmiah hal tersebut lebih mungkin dijelaskan oleh faktor fisik seperti kelelahan, dehidrasi, atau tekanan psikologis pemain di lapangan yang tidak terlalu terawat.
Baca Juga : Pengaruh Non-Teknis : Jarak Hotel Timnas Indonesia vs Vietnam ke Stadion Pakansari
Penting dicatat bahwa praktik-praktik semacam ini merupakan bagian dari kepercayaan dan budaya lokal yang berkembang di sebagian komunitas tarkam, bukan sesuatu yang bisa dibuktikan secara ilmiah memengaruhi hasil pertandingan. Faktor-faktor seperti kondisi lapangan yang tidak rata, minimnya wasit profesional, serta suasana pertandingan yang emosional justru lebih sering menjadi penyebab nyata di balik hasil-hasil tak terduga di level tarkam.
Cerita tentang tim tarkam yang menggunakan jasa dukun sudah menjadi bagian dari folklore sepak bola akar rumput Indonesia, mulai dari ritual sebelum laga, sosok misterius di pinggir lapangan, jimat yang diselipkan di perlengkapan, hingga kejadian-kejadian unik saat pertandingan. Terlepas benar atau tidaknya efeknya terhadap hasil pertandingan, fenomena ini menunjukkan betapa kayanya budaya dan cerita rakyat yang menyertai perjalanan sepak bola tarkam di berbagai daerah di Indonesia.