
Kepindahan Pratama Arhan ke Persija Jakarta memunculkan kekecewaan dari mantan CEO PSIS Semarang, A.S. Sukawijaya atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi. Ia mengaku memiliki perjanjian tertulis dengan bek kiri timnas Indonesia itu, yang mewajibkannya kembali membela PSIS jika suatu saat memutuskan untuk berkarier lagi di Indonesia.
Persija Jakarta resmi memperkenalkan Pratama Arhan sebagai rekrutan baru pada Senin, 6 Juli 2026. Bek berusia 24 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga musim bersama Macan Kemayoran, sekaligus mengakhiri kebersamaannya dengan klub Liga Thailand, Bangkok United.
Kepindahan ini juga menandai berakhirnya perjalanan Arhan selama empat musim berkarier di luar negeri, setelah sebelumnya membela Tokyo Verdy di Jepang dan Suwon FC di Korea Selatan.
Baca Juga : 5 Kota di Malaysia yang Diklaim Asal Leluhur Pemain Naturalisasi
Melalui video yang diunggah di media sosial, Yoyok Sukawi membongkar adanya perjanjian tertulis yang ditandatangani bersama Arhan pada 21 Januari 2022, tepat saat PSIS melepas Arhan ke Tokyo Verdy secara bebas transfer tanpa kompensasi sepeser pun.
“Bahwa sejatinya antara saya dan Arhan memang ada perjanjian tertulis bahwa Arhan boleh bebas berkarier ke luar negeri. Saya akan melepas dengan ikhlas tanpa kompensasi transfer satu rupiah pun, dan nanti apabila kontrak di luar negeri telah selesai dan bermaksud untuk berkarier kembali ke Indonesia, Arhan wajib kembali ke PSIS Semarang,” ujar Yoyok Sukawi.
Yoyok menjelaskan bahwa pada 2022, Arhan telah menjelma menjadi bintang timnas Indonesia di posisi bek kiri, dengan kecepatan, fisik prima, kaki kiri kuat, serta lemparan ke dalam yang jadi senjata khas.
Saat itu banyak klub lokal berminat merekrutnya, namun PSIS lebih memilih membuka jalan Arhan berkarier di luar negeri demi pengembangan kariernya, dengan syarat ia harus pulang ke PSIS jika kembali bermain di kompetisi Indonesia.
Meski mengaku kecewa, Yoyok tetap menyampaikan harapan baik untuk mantan pemain didikannya itu. “Meski sebenarnya saya kecewa dan hati kecil saya ingin tetap Arhan kembali ke PSIS, tapi apa pun itu saya mendoakan Arhan agar sukses di mana pun berada,” tulis Yoyok dalam keterangan videonya. Ia menegaskan PSIS tidak ingin memperkeruh situasi dan berharap semua pihak menghormati kesepakatan yang pernah dibuat dalam dunia sepak bola profesional.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pratama Arhan maupun manajemen Persija Jakarta terkait perjanjian lama tersebut. Arhan sendiri mengaku senang dan antusias memulai petualangan barunya bersama Persija setelah kembali ke Indonesia, sekaligus bereuni dengan pelatih dan rekan-rekan yang sudah ia kenal sebelumnya.
Kasus ini kembali menyoroti isu klasik dalam sepak bola Indonesia soal perjanjian tidak tertulis maupun tertulis antar klub yang kerap kali sulit ditegakkan begitu pemain sudah kembali dari luar negeri.