
Sejumlah pemain Timnas Indonesia memiliki hubungan menarik dengan Jakarta dan sekitarnya. Ada yang memiliki ibu, kakek, atau nenek kelahiran ibu kota. Ada pula yang menghabiskan masa kecilnya di kawasan penyangga Jakarta sebelum melanjutkan karier sepak bola ke luar negeri.
Kisah ini bisa ditelusuri melalui Eliano Reijnders, Mees Hilgers, Jay Idzes, dan Elkan Baggott. Meski latar belakang mereka berbeda, keempat pemain tersebut memiliki cerita yang menghubungkan perjalanan hidup mereka dengan Indonesia, termasuk Jakarta dan kawasan sekitarnya.
Eliano Reijnders merupakan pemain keturunan Indonesia yang lahir di Tampere, Finlandia, pada 23 Oktober 2000. Ia adalah adik kandung Tijjani Reijnders, gelandang yang berkarier di sepak bola Arab Saudi saat ini.
Darah Indonesia Eliano berasal dari ibunya, Angelina Syane Lekatompessy. Sang ibu lahir di Jakarta, sedangkan kakeknya, Jantje Lekatompessy, disebut lahir di Meester Cornelis, kawasan yang kini dikenal sebagai Jatinegara, Jakarta Timur.
Informasi mengenai silsilah keluarga tersebut menjadi bagian dari proses naturalisasi Eliano pada 2024. Ia kemudian resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 30 September 2024.
Eliano dikenal sebagai pemain serbabisa yang dapat menempati sejumlah posisi, terutama di sektor sayap dan pertahanan. Ia pernah bermain untuk PEC Zwolle di Belanda sebelum menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia.
Hubungan keluarga Eliano dengan Jakarta menunjukkan bahwa pemain diaspora bisa memiliki akar Indonesia yang kuat meskipun lahir dan besar di luar negeri.
Mees Hilgers merupakan bek tengah kelahiran Amersfoort, Belanda, pada 13 Mei 2001. Ia memiliki darah Indonesia dari keluarga ibunya, Linda Tombeng.
Dalam dokumen yang dibahas saat proses naturalisasinya pada 2024, nenek Mees dari pihak ibu, Muhija Muchtar, tercatat lahir di Jakarta pada 4 Mei 1926. Sementara itu, kakeknya, Hendrik Victor Tombeng, berasal dari Ambon, Maluku.
Nenek Mees Hilgers berasal dari Lenteng Agung. Tanah warisan sang nenek kini sudah menjadi sekolah di Lenteng Agung saat Mees dan keluarganya berkunjung ke Lenteng Agung.
Dengan demikian, akar keluarga Mees tidak hanya terhubung dengan Jakarta, tetapi juga dengan wilayah Indonesia timur.
Mees resmi menjadi WNI pada 30 September 2024. Sebelum proses naturalisasi, ia dikenal sebagai pemain FC Twente di kompetisi sepak bola Belanda.
Kisah Mees memperlihatkan bahwa jejak leluhur pemain Timnas Indonesia dapat tersebar di sejumlah daerah. Jakarta menjadi salah satu bagian dari sejarah keluarganya melalui sang nenek.
Jay Idzes lahir di Mierlo, Belanda, pada 2 Juni 2000. Bek tengah ini memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarga ibunya.
Jay resmi menjadi WNI pada 28 Desember 2023 dan kemudian berkembang menjadi salah satu pemain penting di lini belakang Timnas Indonesia.
Dalam sejumlah wawancara dan pemberitaan mengenai asal-usulnya, Jay menceritakan hubungan keluarganya dengan Indonesia. Jakarta turut disebut dalam penelusuran latar belakang keluarganya, bersama daerah lain seperti Semarang.
Namun, informasi mengenai asal masing-masing kakek dan nenek Jay tidak selalu konsisten di berbagai pemberitaan. Karena itu, penetapan kampung halaman leluhurnya secara lebih spesifik perlu mengacu pada sumber primer yang jelas.
Terlepas dari perbedaan tersebut, kisah Jay menunjukkan bagaimana hubungan keluarga lintas generasi dapat membawa pemain yang lahir di Eropa untuk akhirnya membela Timnas Indonesia.
Berbeda dari tiga nama sebelumnya, hubungan Elkan Baggott dengan Jakarta dan sekitarnya bukan terutama melalui tempat kelahiran leluhur yang disebutkan dalam dokumen naturalisasi. Elkan memiliki ikatan personal dengan kawasan Bintaro karena pernah tinggal di sana saat masih kecil.
Elkan William Tio Baggott lahir di Bangkok, Thailand, pada 23 Oktober 2002. Ia memiliki ayah berkebangsaan Inggris dan ibu asal Indonesia.
Elkan menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia sebelum keluarganya pindah ke Inggris pada 2011. Saat tinggal di kawasan Bintaro, ia menempuh pendidikan di British International School, yang kini dikenal sebagai British School Jakarta.
Pengalaman tinggal di Indonesia menjadi bagian dari perjalanan hidup bek yang kemudian berkembang dalam sistem sepak bola Inggris tersebut.
Elkan akhirnya memilih membela Timnas Indonesia dan menjalani debut bersama tim senior pada 2021. Posturnya yang tinggi serta pengalamannya bermain di Inggris membuatnya menjadi salah satu nama yang dikenal di lini pertahanan Skuad Garuda.
Bintaro pun memiliki tempat tersendiri dalam kisah perjalanan Elkan. Meski bukan tempat kelahirannya, kawasan tersebut menjadi bagian dari masa kecil pemain yang kini dikenal luas oleh pendukung Timnas Indonesia.
Baca Juga : Latar Belakang Keluarga Elkan Baggott, Ayah Orang Inggris, Ibu WNI
Kisah Eliano Reijnders, Mees Hilgers, Jay Idzes, dan Elkan Baggott memperlihatkan bahwa hubungan pemain diaspora dengan Indonesia memiliki bentuk yang beragam.
Eliano memiliki hubungan keluarga dengan Jakarta melalui ibu dan kakeknya. Mees memiliki nenek yang lahir di ibu kota. Jay mempunyai akar keluarga Indonesia yang perlu ditelusuri lebih lanjut berdasarkan sumber primer. Sementara itu, Elkan memiliki kenangan masa kecil di Bintaro.
Perbedaan tersebut penting agar pembahasan mengenai kampung halaman pemain Timnas Indonesia tidak mencampuradukkan tempat kelahiran, asal leluhur, dan tempat tinggal masa kecil.
Bagi pembaca, penelusuran seperti ini juga memberikan sudut pandang berbeda dalam mengenal para pemain Timnas Indonesia. Mereka bukan hanya sosok yang dinilai dari performa di lapangan, tetapi juga memiliki cerita keluarga dan perjalanan hidup yang menghubungkan mereka dengan Tanah Air.